Anak Kecil Meninggal sebelum baligh adalah Tameng Dari Siksa Neraka bagi orang tuanya

Leave a Comment

1. Perempuan yang ditinggal mati oleh anaknya.
“ Perempuan manapun yang ditinggal mati oleh tiga orang anaknya maka ketiga anaknya itu akan menjadi dinding baginya dari api neraka.” (Perawi: Al Bukhari dari Abu Sa’id Al Khudri)

2. Sabar itu pada penderitaan Pertama:
“ Sesungguhnya sabar itu hanyalah ketika penderitaan yang pertama.” Diriwayatkan oleh Abd Ibnu Hamid dalam Musnadnya dari Anas bin Malik r.a.

Keterangan: karena itulah pertolongan iman dan kekuatan yang diberikannya pada saat permulaan ditimpa musibah itu sangat diperlukan. Mereka yang sabar menerimanya memperoleh kabar gembira dari Allah.

3. Anak-anak di dalam surga
“Anak-anak kecilmu –pada riwayat yang lain- anak-anak kecil mereka – (menjadi) kunang-kunang di dalam surga, seorang diantara mereka menemui ayahnya, memegangi bajunya tidak berhenti sampai Allah memasukkan dia dan ayahnya ke dalam surga.” Perawi: Imam Ahmad, Bukhari di dalam Al Adabul MUfrad, Imam Muslim di dalam Shahihnya dari Abu Hurairah.

Keutamaan Anak Kecil Yang Meninggal Dunia Sebelum Baligh :

1.Akan langsung masuk sorga.
2.Akan bisa menolong orang tuanya kalau orang tuanya orang iman.
3.Jadi pelayan penduduk sorga sebagaimana berlian yang disebar

Bagi para orang tua beriman yang mengalami anaknya yang belum baligh kok sudah meninggal dunia sebaiknya jangan sedih karena akan jadi tameng.yang akan bisa menolong orang tuanya untuk masuk sorga.
Seorang ibu beriman yang mempunyai banyak anak akan wajib masuk sorga krn sudah mendapatkan pahala yang begitu besar yaitu pahala waktu hamil, waktu melahirkan dan waktu menyusui.

Bayi Meninggal Menolong Orang Tuanya

Bayi itu dilahirkan suci dan bersih. Kelak di alam maghsyar, ia menjadi penolong bagi kedua orangtuanya. Namun perlu diingat, anak itu hanya bisa menolong orangtuanya kalau mereka masih berada dalam jalan Islam. Kalau mereka sudah menyimpang dari jalan Islam atau berbagai peraturan yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya, pertolongan itu akan batal dengan sendirinya.
Contoh, orangtuanya telah meninggalkan shalat lima waktu hingga ajalnya tiba. Lebih-lebih mereka dengan kekayaannya yang berlimpah tidak mau menjalankan ibadah haji. Sekali lagi, anak tersebut hanya bisa menolong orangtuanya, sebatas jika orangtuanya juga menaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Orang yang ditinggalkan tidaklah wajib menahlilkan. Jadi, ditahlilkan boleh, tidak juga tidak apa-apa. Sebab anak itu suci, langsung masuk ke surga.
Yang dimaksud dengan bayi atau anak kecil adalah anak yang belum baligh. Batasannya mungkin sekitar 10 tahun. Sedang dalam ilmu fikih, yang disebut belum baligh, bagi perempuan sebelum haid, dan bagi lelaki belum pernah mengalami ihtilam (mimpi basah).
Berita Gembira Tuk Orang Tua yang Anaknya meninggal Dunia

Apa yang anda rasakan ketika anak, orang tua, saudara atau kerabat dekat Anda tiba-tiba saja di panggil oleh sang Khaliq? Tentu sedih dan mungkin putus asa karena kehilangan seseorang yang kita sayangi dan bahkan menjadi tumpuan hidup kita. Kehilangan orang tercinta memang sungguh menyedihkan tapi taukah anda, ada berkah di balik setiap peristiwa, pun kematian tentu jika kita mampu menyikapinya secara bijak, penuh kesabaran dan keikhlasan.

”Innalillahi Wa innalilallhi Roji’un” Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah, dan pasti kita akan kembali kepada pemilik kita, Allah Ta’ala

Nah, ada kabar gembira bagi orang tua yang ditinggal mati oleh anaknya , apa itu?.

Baiklan, coba kita dengarlah sabda Rasulullah berikut ini: ’Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata : ”Rasulullah saw bersabda, tidaklah seorang muslim kematian tiga anaknya yang belum baligh, kecuali, Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayang-Nya kepada anak-anaknya tersebut, ”(HR Bukhori muslim).

Ada beberapa hal yang mesti diketahui oleh orang tua pun kita, agar kematian tersebut bisa menjadi berkah dan mengantarkan kita menuju surga Allah. Diantaranya, seperti yang telah saya katakan diawal,



1. Sabar Dan Ikhlas

Orang tua mesti sabar dan ikhlas menerima kepergian sang anak, tidak meratapi kepergiannya secara berlebihan boleh menangis dan bersedih asal tidak berlarut-larut sehingga dapat menimbulkan keburukan bagi kesehatanya.

2. Sadar dan memuja Allah

Yaitu dengan mengucapkan kalimat istirja (innaa lillahi wainnailillaihi roojiun) dan merenungi kandungan maknanya. Kita , anak kita, dan segala sesuatu yang ada disekitar kita semuanya adalah milik Allah. Anak adalah amanah, titipan dari Allah, yang mesti kita jaga dan pelihara dengan sebaik-baiknya. Karena anak ibarat barang titipan tentu suatu saat jika sang pemilik akan mengambil kembali miliknya tersebut kita harus berlapang dada menyerahkan barang titipan tersebut kepada sang pemilik

3. Mengharap pahala atas kematian sang anak.

Seperti yang telah saya katakan diawal, bahwa, kematian seorang anak bukanlah suatu musibah melainkan himpunan berkah yang mesti dipetik oleh orang yang di tinggalkan. Orang tua semestinyalah memohon pahala dan keberkahan dari peristiwa tersebut, maka dengan senang hati Allah akan melimpahkan banyak kebaikan dan pahala kepada hambanya yang meminta dengan setulus hati.

Nah, bukankah hal ini merupakan kabar gembira bagi orang tua yang ditinggal mati oleh anak-anaknya yang belum baligh dan janji Allah tersebut merupakan bukti karunia dan kemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan jika pun mendatangi neraka, itu hanya bagian dari janji Allah yang telah menjadi ketetapannya.

Lho, menetapi janji apa ? mungkin saudara bertanya-tanya akan hal ini. Janji ini berkaitan dengan firman Allah dalam surat maryam (19) : 71 ”dan tidak seorang pun dari kalian, melaikan dia pasti mendatangi neraka itu ”.

Belum jelas? Maksud mendatangi disini adalah menyeberanginya di atas shiraat, yaitu sebuah jembatan yang di bentengkan di atas neraka jahanam, bukanlah untuk mencapai pintu surga, seorang hamba mesti melewati jembatan tersebut ? dan ketahuilah wahai para orang tua, anak-anak anda yang telah meninggalkan anda terlebih dahulu tersebut, kelak akan menunggu anda di pintu tersebut (surga-red).



Haruslah tiga anak ?

Apakah mesti tiga atau 2 anak baru orang tua dapat menikmati kemewahan surga? Kalau begitu bagaimana dengan orang tua yang kematian satu anak ? atau malah tidak kematian sama sekali?

Sesungguhnya Allah Maha pemurah lagi Maha Bijaksana, hal di atas ternyata tak hanya berlaku bagi orang tua yang kehilangan 3 atau 2 anaknya, maka orang tua yang hanya kehilangan satu anak pun dapat merasakan nikmatnya surga lalu bagaimana dengan orang yang tidak kematian anak sama sekali dari umat Rasullullah ? ingat ! Rasulullah adalah pemberi syafaat (pertolongan ). Dan syafaat Rasulullah ini akan di bagikan bagi umatnya yang Rasulullah kehendaki, jadi tenanglah orang tua yang tidak di tinggal mati oleh anaknya, karena syafaat Allah akan menjadi penolong kita di akhirat kelak.

Meski kematian anak membuka jalan bagi orang tua di taman surga, namun tidak diperenankan orang tua kemudian mengharapkan agar anaknya meninggal dunia. Surga ini hanya pengganti anaknya yang di minta oleh Allah. Sesunguhnya anak merupakan ladang berkah, ketika masih hidup ataupun telah mati, anak senantiasa memberikan manfaat bagi orang tua.

Menurut Hadits Qudsi:
Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak:
"Masuklah kalian ke dalam surga!"
Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami
masuk."
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah
berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian
kedalam surga!"
Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?" Allah pun berfirman:
"Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian."
(Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua�ah yang bersumber dari
sahabat Nabi SAW)


Istilah "al-wildan" dalam Hadits Qudsi diatas adalah kata jama�, mufradnya
(kata tunggalnya) adalah "al-walid", artinya anak yang baru dilahirkan, yaitu
bayi atau anak kecil yang belum akil baligh. Jadi maksudnya ialah anak kecil
yang meninggal dunia. Hal itu diterangkan dalam Hadits lain yang diriwayatkan
Ibnul-Atsir sebagai berikut:
"Anak kecil (yakni yang meninggal dunia selagi kanak-kanak atau keguguran),
masuk syurga."


Maksud hadits diatas, termasuk salah satu di antara rentetan peristiwa yang
terjadi pada hari kiamat di padang masyar. Gambaran ringkas dari
peristiwa-peristiwa itu adalah sebagai berikut:
1. Setiap orang dibangkitkan dari kuburannya masing-masing
2. Masing-masing digiringkan oleh malaikat Zabaniah kepadang Masyar. Setelah
itu mereka dikelilingi oleh hewan-hewan dan apa saja yang ada sangkut pautnya
dengan mereka. Juga dikelilingi oleh malaikat langit masing-masing tingkatan.
3. Matahari diciptakan kembali dan diletakkan di atas mereka pada jarak satu
mil, sehingga mereka selain berdesak-desakan dn berjubel-jubel (kaki diinjak
oleh seribu kaki-kaki diatasnya), juga dibakar oleh panasnya matahari,
berkeringat, lapar, haus dahaga tidak terperikan siksanya.
4. Ketika mereka mengalami lapar dan haus itulah anak-anak yang tadinya
meninggal selagi masih kecil dan dilepas oleh orang tuanya dengan sabar dan
tawakal, datang kepada orang tuanya masing-masing dengan membawa segelas air
untuk diminum, dan apabila sudah diminum, tidak akan lapar dan dahaga lagi
selama di alam Masyar itu. Demikian menurut beberapa Hadits.
5. Mulai hisab dengan menerima buku catatan harian masing-masing yang selama
hidupnya dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.
6. Dilakukan mizan (penilaian timbangan) terhadap segala macam amalan setiap
orang, kecuali orang-orang masuk surga tanpa hisab.
7. Meniti shirat yang harus dilalui oleh keseluruhan yang ada di padang
Masyar itu. Meniti shirat yang kedua bagi mereka yang telah selamat meniti
shirat yang pertama.
8. Mana yang sudah bersih benar baru diidzinkan masuk syurga.

Pada saat itulah Allah memerintahkan kepada anak-anak (yang tadinya
meninggal dunia selagi belum akil baligh) untuk memasuki surga. Tetapi mereka
memohon syafa�at (pertolongan) kepada Allah agar kiranya dapat masuk surga
bersama orang tua mereka. Memang mereka juga penuhi perintah Allah, untuk
datang mendekati pintu syurga, tapi masih belum mau memasukinya, sehingga
Allah Yang Maha Mengetahui bertanya lagi: "Mengapa Aku lihat anak-anak itu
masih saja belum masuk syurga? Masuklah kalian ke dalam syurga itu". Pada
saat itu mereka mengulangi permohonannya bagi orang tua mereka. "Kami belum
mau masuk, sebelum orang tua kami yang menjadi asal pokok kami, dan ibu-ibu
kami yang telah mengandung kami sembilan bulan dan kemudian membesarkan kami
masuk juga bersama kami".
Demikianlah mereka berhenti dekat pintu surga, menunggu keputusan Allah SWT
dengan penuh harapan.
Akhirnya putusan yang dinanti-nantikan itu datang dengan segera, dengan
firman Allah Yang Maha Mengetahui: "Masuklah kalian ke dalam surga bersama
orang tua kalian".
Penegasan ini oleh Allah kira-kira dimaksudkan untuk menampakkan betapa
besar keutamaan anak-anak dan betapa besar pula pengaruh ridla qadla� dan
qadar Allah, sabar dan puji syukur kehadirat Nya.


(Sumber: Hadits Qudsi, KH.M. Ali Usman dkk, CV. Diponegoro Bandung, 1984)

Bacaan Sholat dan Artinya

Leave a Comment


DOA IFTITAH
ALLAAHU AKBAR KABIIROO WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIROO WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHOROS SAMAAWAATI WAL ARDHO HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.
INNA SHOLAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.
AL-FATIHAH
BISMILLAAHIR RAHMAANIR ROHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR ROHIIM.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan.
IHDINASH SHIROOTHOL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIROOTHOL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHOOLLIIN. AAMIIN.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
R U K U’
SUBHAANA ROBBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH.    - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.
I’TIDAL
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).
ROBBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.
SUJUD
SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA WA BIHAMDIH.    - 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
ROBBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII  WAHDINII  WA’AAFINII  WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.
TASYAHUD AWAL
ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWATUTH THOYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLAAHI WABAROKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHOOLIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.
TASYAHUD AKHIR
ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWATUTH THOYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLAAHI WABAROKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHOOLIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal )  WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHOLLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.
KAMAA BAAROKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.
Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.
(sumber: http://syawhy.wordpress.com/religious-stuff/bacaan-sholat-fardhu)

Fenomena "Blue Moon" akhir bulan Agustus 2012 ini !

Leave a Comment



Fenomena unik bernama Bulan Biru bisa disaksikan pada akhir pekan ini, tepatnya 31 Agustus 2012 malam. Seperti pengamatan Bulan biasa, fenomena ini bisa dilihat dengan mata telanjang.

Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC) Selasa (28/8/2012) mengatakan, “Bulan purnama kedua yang terjadi pada bulan kali ini dikenal sebagai Blue Moon adalah sebuah kejadian yang termasuk langka.”
Langkanya fenomena tersebut melatarbelakangi munculnya ungkapan “once in a blue moon“. Dalam arti sebenarnya, fenomena Bulan Biru muncul setiap 3 tahunan. Ini disebabkan oleh lunasi Bulan yang lamanya 29,5 hari sementara satu bulan dalam kalender masehi ada yang 31 hari.

Pada Jumat nanti, purnama kedua atau Bulan Biru akan bisa disaksikan mulai pukul 20.59 WIB. “Waktu terbaik untuk pengamatan adalah di langit timur sekitar pukul 21.00 saat posisi bulan cukup nyaman untuk dipandang,” jelas Mutoha.

Menurut Mutoha, saat purnama merupakan saat yang tepat untuk mengamati permukaan Bulan. Pasalnya, pada saat itu seluruh permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi disinari oleh Matahari. Pola gambar yang ada di permukaan Bulan bisa dilihat dengan mata telanjang.

“Ada yang mengatakan mirip gambar wanita, gambar kepiting, mirip gambar wayang, anak burung atau mirip gambar kelinci. Anak saya menyebutnya mirip dinosaurus,” papar Mutoha. Mana yang benar, setiap orang bisa menilaianya lewat pengamatan.

Meski fenomenanya bernama Bulan Biru, tak berarti saat itu Bulan berwarna biru. Bulan Biru di sini hanyalah kiasan untuk menggambarkan jarangnya kejadian itu. Istilah Bulan biru sendiri muncul karena sejarah dimana saat purnama kedua terjadi, ada kebakaran yang menghasilkan asap sehingga Bulan saat itu berwarna biru.
Mau mengamatai Bulan Biru? Keluarlah pada Jumat malam dan cari lokasi yang tepat. Siapa tahu, Bulan nanti akan berwarna biru karena suatu sebab, mewujudkan fantasi tentang Bulan berwarna biru.

Bulan yang nyata berwarna biru pernah terjadi sebelumnya. Saat Gerhana Bulan tanggal 9 Desember 1992 misalnya, bulan berwarna kebiruan akibat pengaruh letusan Gunung Pinatubo. Bulan saat gerhana yang berwarna biru juga teramati dari Gombong pada gerhana tanggal 10 Desember 2011 lalu.

Sumber : kompas

Ini Bicara Tentangmu

Leave a Comment
Aku yakin,
kau bukan pribadi yang lihai mengeluh tentang kehidupan,
bukan pula pribadi tanpa visi kedepan.

Karena keyakinanku terhadapmu itulah yang membuatku harus menguatkanmu tentang hal ini. Bahwa, hidup adalah untuk membangun mental!

Maka, jangan pernah bersedih manakala keringat ini mengalir lebih deras, dan pikiran ini berkecamuk lebih hebat. Karena itu artinya, kita tengah berjuang, jenderal!

Kuminta kau agar tetap setia. Ya, setia pada lahan pembelajaran kita tentang kehidupan, dan jangan pernah ada kata meninggalkan.

Sungguh, sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan. Bahwa Allah memuliakanku dengan kehadiranmu dalam hidupku, sahabat seperjuangan!

Semoga langkah-langkah kecil kita hari ini bernilai besar dengan keberkahan Allah Yang Mahabesar.

Terima kasih kuucapkan atas segala ajakan untuk membuatku lebih baik, dan selamat berjuang meraih impian!

Ingatlah, aku takkan pernah ingin kalah darimu dalam mengusahakan kebaikan dan teguh dalam kebenaran.

Hei, itu artinya kita saingan! Hingga Syurga menjadi tempat pijakan.


Penulis : Meralda Nindyasti

Kumpulan Ceramah Aa Gym

Leave a Comment
Hati adalah raja,” ujar Abdullah Gymnastiar, pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung. Bersandar pada hal tersebut, lelaki yang kerap disebut Aa Gym itu selalu menyampaikan arti penting manajemen qolbu dalam setiap ceramah dan pengajiannya. Sebab, bila seseorang memiliki hati yang baik, maka akan baiklah perilakunya, yaitu perilaku yang dipenuhi rasa ikhlas dan jujur.
Kejujuran adalah modal dasar untuk membentuk jiwa yang tangguh, penuh dedikasi, dan disiplin dalam menjalankan kerja sehari-hari. Dan, disiplin adalah modal dasar untuk membentuk kader-kader unggul yang selalu haus prestasi. Langkah seperti itulah yang diterapkan Aa Gym dalam membina para santrinya.
Dalam mendidik atau menyampaikan sebuah materi ajaran agama, Aa Gym senantiasa menekankan pentingnya pembenahan hati, atau yang sering disebut metode Manajemen Kalbu. Manajemen qalbu adalah upaya untuk mengatur dan memelihara kebeningan hati dengan cara mengenal Allah. Salah satu caranya dengan berzikir. Selanjutnya, hati yang damai itu diisi dengan nilai-nilai rohani Islam seperti sabar, rida, tawakal, ikhlas, jujur, dan disertai dengan ikhtiar.




Bagi yang sedang mencari tausyiah atau Ceramah mp3 dari Aa Gym, kami memiliki beberapa ceramahnya yang bisa di download secara gratis.

Berikut link download ceramah mp3 Aa Gym :
Kajian Asmaul Husna - Aa Gym - 28-07-11.mp3 39MB
Kajian Asmaul Husna - Aa Gym - 21-07-11.mp3 31.3MB
Kajian Asmaul Husna - Aa Gym - 14-07-11.mp3 37.7MB
Kajian Asmaul Husna - Aa Gym - 07-07-11.mp3 27.3MB

untuk ceramah lebih lengkapnya silahkan klik download

Belajar Bersyukur, Wahai Anak Muda !

Leave a Comment

Alkisah seorang anak muda yang sedang bersedih hati, tengah duduk- duduk di sebuah taman. Dia menempati sebuah bangku yang hanya ada satu bapak tua saja disebelahnya. Anak muda tersebut kemudian mengajak si pak tua bercakap- cakap sambil melepas lelah dan menghangatkan suasana.

Dia kemudian menceritakan tentang begitu banyak penderitaan serta kekurangan dalam hidupnya. Sesekali dia menangis sambil menyeka air matanya. Sungguh sangatlah berat beban di hatinya.

Setelah beberapa saat mereka menghabiskan waktu bersama, anak muda tersebut berkata kepada bapak tua, " Kau lebih tua dari pada aku, maka berilah aku ilmu tentang pengalaman hidupmu". Si bapak tua hanya tersenyum, lalu dia berkata,

"anak muda, bagaimana pendapatmu, kalau ada seseorang yang kaya, yang bersedia membeli matamu itu dengan harga berapapun yang kau mau? apa kau bersedia? "

" Tidak, aku tidak akan mau, walau berapapun dia membayarku. Bukankah kesehatan itu jauh lebih berharga, pak tua?" Jawabnya tersebut bersemangat.

" Lalu bagaimana kalau dia mengganti pilihannya dengan membeli kedua kakimu? mungkin dengan harga yang lebih mahal lagi misalnya" Lanjut pak tua tersebut.

" Apa gunanya semua uang itu pak tua, kalau aku tidak bisa menikmati dunia ini karena aku pincang?. Aku tidak mau"

" Kalau tanganmu saja?"

"Tidak mau!" jawab si anak muda singkat.

"Baiklah, kalau begitu bagaimana kalau dia membeli hatimu saja?" tanya pak tua sambil tersenyum.

" Pak tua, ada apa denganmu? aku meminta nasehatmu, malah kau menyarankan menjual organ tubuhku. Aku pasti tidak akan mau. Walaupun mereka membelinya dengan harga milyaran sekalipun." jawab anak muda tadi dengan sedikit marah.

Si bapak tua tertawa, serta geleng- geleng kepala melihat anak muda yang duduk di sebelahnya .

" Hay anak muda, jika kau sudah beroleh nikmat seharga milyaran dari Allah, lalu atas tujuan apa lagi kau masih mengeluh? dimana rasa malumu pada Tuhanmu?. Kau masih muda, kau masih mampu melakukan segalanya, kau kuat. Ingatlah, satu hal yang merenggut kesenangan dan kedamaian hidupmu, adalah keluhanmu dan rasa tidak bersyukurmu itu".

"Lalu...?" tanya anak muda tersebut dengan masih terbengong.

" Kesenangan itu tidak hanya sebatas harta dan materi semata. Sadarilah, bahwa keimanan, kesehatan, keluarga, kepandaian, ataupun teman yang baik, dan sebagainya adalah nikmat yang tidak terhingga. Allah memberi semua itu, bahkan saat kita tidak meminta sekalipun. Bukankan Allah itu sangat baik?. Maka syukurilah semua itu. Dan jangan hanya mengeluh".

Mendengar semua wejangan dari si bapak tua tersebut, si anak muda hanya terbengong tanpa bisa berkata apa- apa. Dan belumlah selesai semua itu, sang bapak tua kemudian meninggalkan tempatnya duduk.

Beliau berjalan dengan menggunakan tongkat karena ternyata beliau buta, dan hanya memiliki sebelah kaki saja. Saat mencoba berdiri, wajah beliaupun terlihat lebih pucat. Anak muda tersebut terperangah melihat keadaannya. Dan sebelum bapak tua itu benar- benar pergi, si anak muda bertanya,

" Kau tampak pucat, apa kau sakit?"

" Sudah 2 tahun ini, bapak sakit liver. Dan sudah sebulan lebih, setiap pagi bapak menghabiskan waktu disini, untuk sekedar menghibur diri. Dan kau tahu anak muda, walaupun keadaan bapak seperti ini, tapi bapak tidak mau marah pada Allah, malah sebaliknya bapak ingin selalu belajar bersyukur, bahwa sampai saat ini bapak masih diberi nafas, paling tidak untuk bisa tertawa ketika bersamamu tadi." Jawab pak tua dengan senyum.

Dan Beliaupun akhirnya meninggalkan si anak muda yang masih tetap terpaku dengan seribu satu pikiran yang ada di kepalanya.

(NayMa/Voa-Islam.com)

Cara Berjanji Rasululloh

Leave a Comment
Sebelum Muhammad diutus menjadi rasul, beliau mengadakan transaksi dengan seseorang yang bernama Abdullah bin Abi Khansa. Pada transaksi itu ternyata ada sisa barang yang harus Abdullah kembalikan kepada Muhammad. Akhirnya, mereka menyepakati untuk bertemu di sebuah tempat pada waktu yang telah ditentukan.

Malang bagi Muhammad, ternyata Abdullah lupa akan janji tersebut. Ia baru ingat keesokan harinya dan ia merasa tidak perlu bertemu Muhammad saat itu karena pikirnya, Muhammad pasti sudah kembali pulang.

Ia berpikir akan langsung ke rumah Muhammad untuk mengantar barang sekaligus meminta maaf akan kekhilafannya. Ia pun berencana pergi keesokan harinya.

Dua hari berlalu dari hari yang telah disepakati, Abdullah berangkat dari rumahnya menuju kediaman Muhammad. Untuk mencapai rumah Muhammad, ia melewati jalan yang dijadikan tempat pertemuan antara dia dan Muhammad dua hari yang lalu.

Alangkah kagetnya ketika ia melihat Muhammad berada di tempat itu. Muhammad tampak sedang menunggu seseorang. "Apakah ia masih menungguku? Ah, tidak mungkin. Janji itu sudah lewat dua hari yang lalu. Mungkin dia sedang menunggu orang lain," pikir Abdullah.

Ia pun segera mendekati Muhammad untuk menyelesaikan urusannya. Muhammad menyambutnya dengan senyum lebar sambil berkata, "Wahai pemuda, kau telah menyusahkan aku. Ketahuilah, aku telah berada di sini selama tiga hari menunggumu!"

Betapa terkejutnya Abdullah mendengar penjelasan Muhammad. Sama sekali ia tidak menyangka bahwa Muhammad akan menunggunya selama tiga hari demi menepati janji. Jika ia tahu, tentunya ia akan langsung ke tempat itu tanpa mengulur-ulur waktu lebih lama saat ia sadar akan kekhilafannya.

Duhai Sahabatku Yang Kecewa

1 comment
Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Demi Tuhanku yang diriku di bawah penguasaan-Nya dan sentiasa dalam pengawasan-Nya, aku tidak menulis melainkan untuk mengabdikan diri kepada-Nya dan dengan izin-Nya. Sesungguhnya aku menulis dengan penuh kasih sayangku kepadamu sebagai seorang sahabat, sebagai seorang saudara seagamaku. Aku tidak inginkan melainkan kebaikan bagi dirimu dan bagi diriku agar kita sama-sama beroleh syurga yang sangat kita impikan di pengakhiran sebuah perhitungan.


Wahai sahabatku,
Cinta itu letaknya di hati dan hati itu milik Allah. Tidak mungkin kita dapat menyentuh hati seseorang tanpa izin Allah dan jika Allah tidak mengkehendaki. Tidak patut kita serahkan hati kita yang dimiliki Allah itu kepada orang lain untuk dikuasai atau diperintah. Bahkan memang sepatutnya kita serahkan jiwa dan raga kita seluruhnya kepada Allah. Adapun rasa cinta yang lahir sesama manusia itu hanya jalan menuju cinta Allah. Janganlah sekali-kali kita menukarkan tujuan cinta di hati yang sepatutnya untuk Allah kepada manusia hanya kerana kita dapat melihat kecantikan manusia dan kita tidak dapat melihat Allah, kita cuma merasa dan melihat kecantikan segala ciptaan-Nya. Kita lupa dan selalu tidak sedar hakikat segala kecantikan itu adalah milik Allah. Jadikanlah cinta kepada manusia itu sebagai jalan menuju Tuhan, bukan matlamat dan pengakhiran destinasi cinta. Maka engkau akan lebih tenang menerima segala penolakan.
Wahai sahabatku,
Hati kita meronta untuk mencintai dan dicintai. Alangkah remuk redamnya hati tatkala apa yang kita cintai tidak kita miliki. Alangkah kecewanya jiwa tatkala cinta kita tidak dibalas oleh orang yang kita cintai. Ternyata hati itu bukan milik kita, ia milik Allah. Kita tidak bersalah tatkala cinta itu lahir terhadap seseorang, tetapi kita keterlaluan tatkala kita memaksa ia kepada seseorang. Bukankah sepatutnya kita redha dengan ketentuan Allah yang tidak menumbuhkan cinta terhadap kita di hati orang yang kita cintai? Alangkah zalimnya kita tatkala kita tidak dapat menerima apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Sedangkan saban hari kita sering tidak menghargai cinta Allah, kita tidak pula membalas segala anugerah cinta yang Allah berikan kepada kita pada setiap hembusan nafas, pada setiap detik kehidupan yang kita lalui. Bukankah Allah lebih layak untuk murka kepada kita kerana kita tidak membalas-Nya dengan ketaatan yang sepatutnya?

Wahai sahabatku,
Allah menjanjikan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik. Yakinlah akan janji Allah, sesungguhnya Allah tidak memungkiri janji. Perbaikilah setiap inci kehidupanmu agar engkau termasuk di kalangan orang yang beroleh pasangan yang baik. Allah tahu tentang dirimu lebih daripada engkau sendiri. Maka Allah telah menetapkan untukmu lebih baik daripada apa yang engkau kehendaki. Boleh jadi engkau cintakan sesuatu tetapi ia buruk bagimu dan begitu juga sebaliknya. Pada setiap persimpangan kehidupanmu, apakah engkau merasakan bahawa Allah tiada bersamamu? Bahkan dia sentiasa mendengar dan melihatmu. Persoalannya, apakah engkau sudah merintih pada-Nya, meminta pada-Nya dan memperlihatkan apa yang sepatutnya kepada –Nya? Aku berlindung dengan Allah daripada menjadi hamba yang kufur dan lupa diri.
Wahai sahabatku,
Sungguh cinta itu telah menjadi faktor yang dapat mengubah sesuatu kepada lebih baik atau sebaliknya. Ada manusia biasa yang berubah menjadi wali kerana kuasa cinta, dan ada pula yang bisa menjadi hina kerana dikuasai cinta. Ya, tamadun itu berkembang dan boleh jadi hancur kerana cinta. Tidakkah engkau melihat Taj Mahal yang terbina kerana cinta? Sebaliknya, ada pula yang membunuh kerana cinta. Persoalanku kepadamu, apakah engkau ingin berubah kerana cinta ke arah Redha Allah atau mungkin lebih jauh daripada Allah?

Wahai sahabatku,
Aku tidak mengatakan bahawa aku mengetahui segala isi hatimu atau segala kekacauan yang mengisi jiwamu. Aku cuma ingin berpesan agar engkau tidak meletakkan keinginanmu lebih tinggi daripada ketentuan Allah. Aku ingin engkau mengerti bahawa milik Allah lah segala kejadian. Kemudiannya aku ingin engkau membawa kefahaman tersebut kepada pengamalan dalam kehidupan yang kau lalui agar ia hidup bersamamu di dalam setiap inci kehidupan. Janganlah engkau mengatakan bahawa engkau mentaati Allah di saat hidupmu bergelumang dengan jahiliah. Aku juga sepertimu, anak muda yang bergelora jiwanya. Maka aku berpesan kepadamu agar aku juga dipelihara Allah daripada segala penyelewengan dalam memahami hakikat cinta. Aku memohon keampunan kepada Allah atas segala kesalahan yang kuungkapkan dan kumohon kau doakanlah kebahagiaanku di dunia dan di akhirat. Moga kita dipertemukan Allah untuk hidup di syurga yang kekal selama-lamanya.

Wahai sahabatku yang kecewa,
Bersabarlah…

Duhai, Wanita Shalihah

Leave a Comment
Duhai, wanita shalihah, ...
Hapuslah airmatamu, janganlah terus menangis. Aku rela dirimu dengan lelaki pilihanmu. Dirimu telah mendapatkan apa yang dicari selama ini. Ia lebih baik dariku.

Duhai, wanita shalihah, ...
Aku hanya bisa mendo'akan, semoga engkau bahagia dengan lelaki pilihanmu. Seperti katamu, dirimu tidak mau menyakiti hatinya, maka bahagiakanlah ia dengan baktimu.

Duhai, wanita shalihah, ...
Aku begitu sering menyakiti hatimu. Maafkan aku, atas semua salah dan khilaf, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Juga, atas semua pikiran tentangmu yang seharusnya tidak terlintas dalam pikiranku.

Duhai, wanita shalihah, ...
Dirimu harus memberikan yang terbaik untuk lelaki pilihanmu dan keluargamu. Jangan banyak pikiran apapun tentangku. Lepaskanlah semua bebanmu padaku. Insya Allah aku baik-baik saja.

Duhai, wanita shalihah, ...
Aku mencintaimu. Karena cinta tak harus memiliki, maka kurelakan dirimu bahagia dengan lelaki pilihanmu. Aku tak pernah menyesal mengenalmu, dan takkan pernah kulupa kenangan bersamamu.

Mengapa Anak Sekarang Kurang Ajar ?

Leave a Comment

Saya pernah ditanya oleh seorang kawan yang berprofesi sebagai guru, pertanyaan beliau mengapa anak-anak zaman sekarang sangat bandel dan susah diajar ? Saya sejenak termenung, untuk mengkonkritkan pertanyaan beliau saya balik bertanya “mengapa bertanya demikian?”. Beliau memberikan alasan berikut contoh konkrit yang terjadi di lapangan, terutama pada saat beliau mengajar anak didiknya. Alasan-alasan beliau diterima oleh logika saya, saya pun memberikan jawaban pertanyaan beliau, meski saya menyadari bahwa jawaban saya hanyalah analisa saya melihat perkembangan kehidupan anak-anak zaman sekarang. 

Anak-anak zaman sekarang bandel dan susah diajar adalah karena kesalahan orang tuanya, dulu orang tua menjadi panutan bagi anak-anaknya, jika orang tua mengatakan “shalat nak!” mereka mempraktikkan shalat, saat mereka mengatakan”tutuplah auratmu nak!” mereka tampil dengan fashion yang islami dan menutup aurat. Namun, sekarang kenyataan telah berbalik, orang tua tidak pernah shalat, bagaimana anak-anak diperintahkan melaksanakan shalat, bagaimana anak-anak mau menutup aurat mereka, jika orang tua mempertontonkan aurat. Memang teladan adalah metode tepat pembinaan akhlak, pendidikan dengan teladan akan jauh memberikan bekas yang mendalam, demikian diuatarakan Abdullah Nashih Ulwan dalam Tarbiayatul Aulad Fil Islam.

Alasan berikutnya yang saya berikan adalah karena regulasi yang dipahami salah arah. Kita tentu tahu dengan UUPA (undang-undang perlindungan anak). UUPA telah menjadi bumerang, terutama mereka yang salah memahaminya. Sekarang, jika ada pendidik yang sedikit keras dalam mengajar maka akan langsung diadukan ke polisi. Dulu, saat saya masih belajar di Pesantren, jika tidak sanggup menghafal bait al-fiyah, tasrif dalam kitab sharaf, maka mistar kayu obatnya, bahkan ada yang dijemur dalam terik matahari. Namun, saya dan juga teman yang mendapatkan hukuman tidak pernah mengadukan guru kami, orang tua kami tidak pernah datang ke Pesantren untuk mengadukan guru kami itu, bahkan yang anehnya, kami pun akan kembali dipukul orang tua kami jika melapor bahwa kami disetrap sama guru. Masyaallah. 

 
Dalam kenyataan sekarang, UUPA bagai menganak-emaskan anak-anak yang tidak boleh tersentuh dengan berbagai hukuman. Tersebut kisah dalam kitab Ta’limul Mutaa’limin bahwa pada suatu hari saat Raja Harun Ar-Rasyid bersilaturrahmi ke rumah guru anaknya, Raja melihat bahwa sang guru sedang menyuruh anaknya menimba air dan membasuh kakinya. Setelah selesai, Raja Harun Ar-Rasyid menengur sang guru, mengapa Tuan guru hanya menyuruh anaknya menyiram air dengan satu tangan, tanpa disuruh membilas kakinya dengan tangan yang satunya lagi. Kisah ini tentu mengajarkan kepada orang tua bahwa jika ada metode pendidikan yang sedikit agak ekstrim maka jangan terpancing memvonis bahwa itu salah, dan yang menerapkannya di ganjar dengan hukuman, terlebih lagi ada regulasi yang melegalkannya. 


Untuk itu, bersikap arif dalam menyikapi persoalan metode kasar dalam pendidikan dan UUPA sebagai payung hukum bagi perlindungan anak-anak. Saya teringat hadist yang menyatakan bahwa umur tujuh tahun diperintahkan kepada kita untuk menyuruh anak-anak kita mengerjakan shalat, jika umur sepuluh tahun mereka masih enggan melaksanakan shalat, maka diperintahkan untuk memukulnya. Namun, memukul dimaksud tentu pukulan yang tidak sampai menyakiti anak, pukulan yang mendidik. 

Kemudian alasan lain yang saya berikan adalah bahwa pranata pendidikan kita sekarang telah rusak, keluarga, lembaga pendidikan dan masyarakat tidak lagi berjalan beriringan mengawasi pendidikan anak-anak. Saat saya masih kecil, jika tiba waktu sekolah dan mengaji, Ayah saya (alm) marah luar biasa jika saya tidak mengaji dan sekolah, kemudian sampai di sekolah atau di tempat pengajian dijaga super ketat agar tidak lalai dalam belajar. Jika keluar rumah, tidak bersekolah atau mengaji, keluyuran di jalan-jalan akan ada orang yang menengur, mengapa tidak sekolah atau mengaji. Singkatnya, tak ada areal aman bagi anak-anak jika waktunya jam belajar, tidak ada tempat berlindung bagi anak-anak untuk lari dari proses belajar. 

Demikian alasan yang saya berikan kepada teman saya yang bertanya mengapa anak-anak zaman sekarang bandel dan susah diajar. Saya yakin bahwa jawaban saya ini probabilitas, mungkin benarnya dan mungkin juga salah, namun saya pun yakin bahwa sohib semua juga memiliki jawaban sesuai dengan pengalaman yang sohib alami dalam menempuh pendidikan. Saya mengharapkan bahwa kita dapat berbagi pengalaman, terutama dalam upaya menciptakan pendidikan yang lebih baik, baik pendidikan dalam keluarga, institusi pendidikan dan juga dalam masyarakat. Wallahu a’lam bisshawab.

Oleh Zarkasyi Bin Yusuf

http://kotasantri.com/catatan/zarkasyi/2011/05/09/mengapa-anak-sekarang-kurang-ajar